Rabu, 16 Agustus 2017

Opini terhadap Lagu Koes Plus yang Berjudul “Kolam Susu”

Oleh: Ahmad Zainal Abidin


sumber gambar: mail.islamtimes.org

Salah satu lagu yang berjudul Kolam Susu milik band Koes Plus yang dirilis pada tahun 1973 cukup nikmat untuk didengarkan, bukan hanya itu, tiap bait lagu ini memiliki makna yang sangat dalam. Seperti ini lirik lagu Kolam Susu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Lagu ini menggambarkan keadaan alam Indonesia yang sangat mengagumkan. Lautan Indonesia yang dianggap sebagai kolam susu menggambarkan bahwa laut Indonesia merupakan sumber aktivitas masyarakat yang untuk bertahan hidup. Terdapat sumber daya alam yang sangat melimpah di lautan Indonesia, tentu menjadi senjata utama penghasil devisa Negara jika dikelola dengan baik. Bahkan digambarkan hanya dengan menggunakan kail dan jala cukup untuk menghidupi. Indonesia dengan letak geografisnya tidak berpotensi besar untuk terjadinya bencana seperti topan dan badai, berbeda dengan Negara-negara subtropis yang memiliki beberapa hambatan dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Ikan dan udang menghampiri dirimu, mempunyai makna bahwa dengan usaha yang tidak terlalu besarpun sudah dapat menghasilkan sesuatu, apalagi dengan usaha yang dikelola dengan baik dan matang, ya sudah pasti Indonesia menjadi Negara yang hebat. Orang bilang tanah kita tanah surga, benar jika Negara-negara lain berusaha mendapatkan semua sumber daya alam yang dimiliki negeri ini dengan jalan menjajah selama berabad-abad. Tongkat kayu dan batupun bisa jadi tanaman, sungguh eloknya tanah negeri ini yang dapat ditanami tanaman sepanjang tahun karena beriklim tropis dan memiliki suhu rata-rata yang stabil sepanjang tahun.

Akan tetapi lagu ini dirilis pada tahun 1973, saat itu mungkin alam Indonesia masih sangat asri sehingga penulis lagu dapat menggambarkan alam Indonesia bak negeri dongeng yang indah. Bagaimana alam Indonesia pada saat ini? Cukup kontras dengan yang dikatakan oleh Koes Plus. Beruntungnya, penulis sebagai generasi 90an dulu sewaktu kanak-kanak masih bisa merasakan mudahnya mencari ikan di sungai, sekarang jika mencari ikan di sungai bisa-bisa sampai ndloweh untuk menunggu si ikan.


Bahkan dengan realita yang ada saat ini, saya masih memiliki keyakinan bahwa Indonesia dapat berjaya dengan sumber daya alam yang dimilki. Sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan baik memiliki korelasi postitif dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga sumber daya manusia di masa yang akan datang dapat matang secara konseptual ilmu dan mental. 


Jayalah Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar